Aku berpikir,kenapa orang tersebut tahu nomor teleponku?Kenapa nomor teleponnya aneh seperti itu?Kenapa dia membuat kode dan petunjuk yang super aneh?Pikiranku terus terusan dibebani oleh kejadian
tadi.Aku berusaha menghiraukannya,tapi pikiran itu terus terusan lengket di kepalaku.Teleponku kembali berderik.Kali ini,telepon dari Natsuki Hawada,teman sekelasku.Aku pun mengangkat teleponnya."Halo?"Sebutku."Halo juga"Jawab Natsuki."Kenapa?"Tanyaku."Gak,cuma nanya.Kamu ada nerima telepon dari orang yang nomor teleponnya kayak kode kan?"Tanyanya."Eh?Iya,emang kodenya kayak gimana?""Lha,kamu gak ditelpon,ya?""Gak,cuma lupa nomornya""Ok,nih nomornya..Simak baik baik,ya..."Jawabnya."12&r$5^"Katanya lagi."Katanya dihubungi ke semua orang lho"Jelasnya."Lha,dari mana kamu tahu?"Tanyaku."Barusan ada di TV!Kamu gak nonton?"Jawabnya.Aku hanya diam dan berkata,"Aku mau menghidupkan TV dulu.Channel berapa?"Tanyaku."Channel 11,yang selalu nampilin berita itu.Gak pernah sekalipun nampilin yang rame rame gitu"Jelasnya.Aku pun mengangguk,menyalakan TV,dan memindah TV menjadi Channel 11."Diberitahukan bahwa orang yang mempunyai nomor telepon yang langka dan mirip sejenis kode menelepon semua orang di negara ini..."Jelas pembawa acara tersebut.Aku memelototi berita itu dan mengabaikan teleponku yang masih tersambung dengan telepon Natsuki."Dengan nomor yang kelihatan aneh seperti ini 12&r$5^,orang misterius itu mampu menghubungi semua orang di negara ini,dengan suatu cara yang mungkin susah dilakukan oleh orang biasa."Jelas pembawa acara tersebut.Setelah iklan,aku kembali berbicara dengan Natsuki."Kau dengar itu tadi,kan?"Tanya Natsuki."Dengar apa?"Aku balik bertanya."Itu,yang tadi di TV"Jawabnya."Oh iya,aku dengar.Tapi,apakah orang yang menghubungi semua orang di negara ini sama saja meminta pertolongan?"Tanyaku."Iya,kata pembawa acara tadi"Jawabnya."Hhm..Coba kucek dulu...Nomor teleponnya itu 12&r$5^,kan?"Tanyaku."Iya"Jawabnya."Dan lalu,pada saat awal dia menelepon kita,dia menyebutkan angka 226 kan?"Tanyaku lagi."Iya.."Jawabnya."Oh ya,dan juga,dia mengetuk suatu benda 3 kali,setelah itu 4 kali,setelah itu 7 kali,kan?"Tanyanya balik."Ah!"Teriakku tiba tiba."Kenapa?"Tanyanya kebingungan."Aku sudah tahu apa isi kode itu,dan bagaimana caranya supaya menelepon semua orang dengan langsung!"Jawabku yakin.
APA YANG TELAH KUPIKIRKAN!?
BERSAMBUNG...
tadi.Aku berusaha menghiraukannya,tapi pikiran itu terus terusan lengket di kepalaku.Teleponku kembali berderik.Kali ini,telepon dari Natsuki Hawada,teman sekelasku.Aku pun mengangkat teleponnya."Halo?"Sebutku."Halo juga"Jawab Natsuki."Kenapa?"Tanyaku."Gak,cuma nanya.Kamu ada nerima telepon dari orang yang nomor teleponnya kayak kode kan?"Tanyanya."Eh?Iya,emang kodenya kayak gimana?""Lha,kamu gak ditelpon,ya?""Gak,cuma lupa nomornya""Ok,nih nomornya..Simak baik baik,ya..."Jawabnya."12&r$5^"Katanya lagi."Katanya dihubungi ke semua orang lho"Jelasnya."Lha,dari mana kamu tahu?"Tanyaku."Barusan ada di TV!Kamu gak nonton?"Jawabnya.Aku hanya diam dan berkata,"Aku mau menghidupkan TV dulu.Channel berapa?"Tanyaku."Channel 11,yang selalu nampilin berita itu.Gak pernah sekalipun nampilin yang rame rame gitu"Jelasnya.Aku pun mengangguk,menyalakan TV,dan memindah TV menjadi Channel 11."Diberitahukan bahwa orang yang mempunyai nomor telepon yang langka dan mirip sejenis kode menelepon semua orang di negara ini..."Jelas pembawa acara tersebut.Aku memelototi berita itu dan mengabaikan teleponku yang masih tersambung dengan telepon Natsuki."Dengan nomor yang kelihatan aneh seperti ini 12&r$5^,orang misterius itu mampu menghubungi semua orang di negara ini,dengan suatu cara yang mungkin susah dilakukan oleh orang biasa."Jelas pembawa acara tersebut.Setelah iklan,aku kembali berbicara dengan Natsuki."Kau dengar itu tadi,kan?"Tanya Natsuki."Dengar apa?"Aku balik bertanya."Itu,yang tadi di TV"Jawabnya."Oh iya,aku dengar.Tapi,apakah orang yang menghubungi semua orang di negara ini sama saja meminta pertolongan?"Tanyaku."Iya,kata pembawa acara tadi"Jawabnya."Hhm..Coba kucek dulu...Nomor teleponnya itu 12&r$5^,kan?"Tanyaku."Iya"Jawabnya."Dan lalu,pada saat awal dia menelepon kita,dia menyebutkan angka 226 kan?"Tanyaku lagi."Iya.."Jawabnya."Oh ya,dan juga,dia mengetuk suatu benda 3 kali,setelah itu 4 kali,setelah itu 7 kali,kan?"Tanyanya balik."Ah!"Teriakku tiba tiba."Kenapa?"Tanyanya kebingungan."Aku sudah tahu apa isi kode itu,dan bagaimana caranya supaya menelepon semua orang dengan langsung!"Jawabku yakin.
APA YANG TELAH KUPIKIRKAN!?
BERSAMBUNG...
Comments
Post a Comment
Hello visitors ^^ Your Comment is your spirit ^^ Arigatou ^^